LATIHAN SAR MALINDO KE-38


Banda Aceh – Dalam Rangka meningkatkan kerjasama dalam hal pengkoordinasian dibidang pencarian dan pertolongan pada musibah penerbangan dan pelayaran internasional, Badan SAR Nasional (Basarnas) melalui Kantor SAR Banda Aceh menggelar latihan SAR Malindo ke 38 Tahun 2014. Latihan antar kedua negara Indonesia dan Malaysia ini diselenggarakan di Kantor SAR Banda Aceh dan Kantor Malaysian Strategic Research Centre (MRSC) Langkawi. Latihan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar kedua negara khususnya dalam hal penyelenggaraan operasi SAR.

Deputi Bidang Operasi SAR Basarnas Mayor Jenderal TNI tatang Zaenudin membuka latihan ini mengunakan video conference dengan MRSC Langkawi di ruang rapat Kantor SAR Banda Aceh Selasa (25/11). Potensi terkait penanganan SAR di wilayah Aceh ini juga diikut sertakan dalam latihan. Beberapa Potensi diantaranya TNI, POLRI, BPBD, BPBA, BMKG, IMIGRASI, IOF,  RAPI, ORARI dan Potensi SAR Lainnya. Selain itu juga hadir perwakilan dari MRSC Langkawi, Kepala kantor SAR Sorong Budi Cahyadi dan Kepala Seksi Operasi kantor SAR Padang yang bertindak sebagai observer. Direktur Operasi & Latihan SAR Basarnas Marsma TNI S.B. Supriyadi dan Kasubdit Perencanaan Evaluasi & Standarisasi Basarnas Sumpeno Yuwono bertindak sebagai observer di Kantor MRSC Langkawi.

Disimulasikan dalam latihan ini bahwa ada Kapal Feri yang terbakar. Kapal yang berpenumpang 150 orang ini terbakar dalam pelayarannya dari Kuala Langkawi menuju pelabuhan Malahayati. Basarnas selaku Lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab dalam hal pencarian dan pertolongan segera menunjuk Kantor SAR Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut. Kepala kantor SAR Aceh Budiawan selaku SAR Mission Coordinator (SMC) segera berkoordinasi dengan MRSC Langkawi dan Potensi SAR wilayah Aceh untuk pergerakan unsur dan personil SAR.

Seperti diketahui bersama saat ini musibah dan bencana alam sudah bersifat “Bordeless” sehingga operasi SAR lintas negara sudah merupakan hal yang lazim. Ketika satu negara mengalami musibah besar maka banyak negara lain berinisiatif memberikan bantuan SAR tanpa diminta. Kita tentu juga masih ingat dengan bencana tsunami yang melanda Kota Aceh, musibah kapal yang ditumpangi para TKI di Dumai dan yang paling segar dalam ingatan kita yaitu musibah penerbangan yang menimpa Malaysia Airlines. Semua pihak dari berbagai instansi dan organisasi termasuk dari Indonesia dan Malaysia bahu membahu melakukan upaya pencarian dan pertolongan untuk menyelamatkan jiwa sesama. Melihat hal itu tentu kita sangat bersyukur karena komitmen kemanusiaan ternyata begitu kuat mengalahkan batas-batas wilayah Negara. Diharapkan melalui latihan ini berkembangnya kemampuan Kantor SAR Banda Aceh dan MRSC Langkawi dalam mengkordinasikan dan mengendalikan operasi SAR yang terjadi di daerah perbatasan. Juga dapat melaksanakan prosedur yang telah dipersetujui bersama. (hms/Aceh)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author
26 November 17:00 WIB