SAR EXERCISE SIWAH ANGKASA


ACEH --- SAR Exercise (SAREX) Siwah Angkasa adalah latihan pencarian dan pertolongan terhadap musibah penerbangan yang terjadi di perairan atas kerjasama antara Kantor SAR Banda Aceh dengan Potensi SAR yang berada di Provinsi Aceh. Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Bpk. Budiawan, S.Sos. memimpin langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu ia mengamanatkan bahwa dalam menunjang tugas-tugas operasional SAR yang cepat, handal, dan aman, sangatlah dibutuhkan visi dan misi yang sama sebagai insan yang berdedikasi demi kemanusiaan.

Kasi Operasi Kantor SAR Banda Aceh, Bpk. Ibnu Harris Al Hussain, S.Si., yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan arahan teknisnya kepada peserta latihan. “Dalam penyelenggaraan operasi SAR membutuhkan potensi SAR yang saling bersinergi sehingga dapat memaksimalkan hasil dari pelaksanaan Operasi SAR itu sendiri,” ungkapnya.

Adapun materi yang disampaikan kepada peserta latihan adalah tentang Struktur Organisasi Operasi SAR, Komponen Pendukung, Tahap Pelaksanaan Operasi dan materi lainnya seputar pelaksanaan Operasi SAR. Kegiatan SAREX Siwah Angkasa ini melibatkan 80 orang yang terdiri dari personil Kantor SAR Banda Aceh serta unsur TNI, Polri, Bakamla, BPBD, BPBA, Ditpolair Polda Aceh, Brimob Polda Aceh, Syahbandar Pelabuhan Ulee-lheue, KSOP Malahayati, PMI Banda Aceh, Kwarda Pramuka Aceh, ORARI Aceh, RAPI Aceh, Panglima Laot Aceh dan unsur lainnya.

Simulasi yang merupakan rangkaian kegiatan dari SAREX dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Para peserta dan personil SAREX Siwah Angkasa terdiri dari Tim SAR Basarnas dan beberapa unsur Potensi SAR terkait, mereka berkumpul di Posko SAR (Kantor SAR Banda Aceh). Diawali dengan aksi tim SAR gabungan saat menerima informasi awal atas tanda bahaya (distress) yang terjadi. Pukul 09.05 WIB Petugas Komunikasi Kantor SAR Banda Aceh menerima berita dari ATC Maimun Saleh Sabang melalui telepon, tentang adanya sebuah pesawat carte dengan call sign SAX – 01 yang take off dari Bandara Maimun Saleh Sabang dengan tujuan Bandara Cut Nyak Dhien mengalami hilang kontak. Pesawat telah terbang selama 3 menit dengan Person On Boat 4 (empat) orang. Posisi terakhir kontak dengan ATC diketahui pada koordinat  05 39’ 24” N – 095 16’ 41” E. Kemudian dengan segera berita ini dilaporkan kepada Kepala Kantor SAR Banda Aceh untuk ditindaklanjuti. Setelah Staf Intelijen memastikan adanya musibah tersebut, Kantor SAR Banda Aceh langsung membentuk Organisasi Operasi SAR atas arahan dari SC (SAR Coordinator) Kantor Pusat Basarnas untuk menunjuk SMC (SAR Mission Coordinator).  Mewakili Kepala Kantor SAR Banda Aceh yang berhalangan, ditunjuk selaku SMC adalah Kasubsi Operasi SAR.  Dengan segera SMC menugaskan kepada staf intelijen untuk terus mencari data-data yang berkaitan dengan musibah, sedangkan staf operasi mulai menghitung perkiraan search area. Sementara itu petugas komunikasi terus melakukan hubungan dengan pihak terkait demi kelancaran operasi SAR yang sedang berjalan.

Pukul 09.35 WIB, SRU Laut yaitu kapal SAR 208 (KN SAR Banda Aceh 01) bergerak menuju lokasi musibah di sekitar perairan Laut Selat Benggala. Para ABK dan rescuer dipimpin oleh nakhoda Supriyadi, A.Md. melakukan briefing dilanjutkan dengan plotting area pencarian. Sementara di perjalanan, tetap dilakukan komunikasi dengan pihak posko Basarnas di Banda Aceh untuk melaporkan perkembangan Operasi SAR di laut.

Setelah sekitar 1 jam melakukan pencarian, Posko SMC menerima info dari nelayan bahwa mereka melihat sebuah pesawat terbang mendarat di air, nelayan itu juga melihat sebuah perahu karet (Life craft) dengan 2 orang sedang berusaha menaikinya. Posko SMC yang menerima info tersebut langsung menindak lanjuti ke KN SAR Banda Aceh 01 untuk memastikan laporan tersebut dan segera melakukan evakuasi terhadap korban.  Sekitar pukul 10.50 WIB, 2 (dua) korban ditemukan mengapung menggunakan life craft dan dua lagi terapung hanya menggunakan life jacket tidak jauh dari titik datum.  Sesegera mungkin  korban dievakuasi ke Kapal KN SAR Banda Aceh 01 melalui RIB/ Sea Rider. Menyadari bahwa korban dalam kondisi kritis dan membutuhkan pertolongan medis, selanjutnya korban di evakuasi ke Pelabuhan Ulee Lheue, kemudian korban diserahkan ke SRU  darat. Tim SAR yang bersiaga di darat bersama PMI membawa korban ke Rumah Sakit. Operasi SAR pun ditutup setelah evakuasi korban berjalan dengan lancar. Itulah rangkaian dari skenario SAREX SIWAH ANGKASA yang telah dilaksanakan Kanis (15/01/2015).

Seusai penutupan latihan, Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Bpk. Budiawan, S.Sos. menyatakan puas atas pelaksanaan Latihan SAR antar Instansi ataupun organisasi yang diselenggarakan di wilayah kerjanya. “Saya sangat puas dengan pelaksanaan SAREX SIWAH ANGKASA, mudah-mudahan kinerja Tim SAR Basarnas khususnya Kantor SAR Banda Aceh bisa lebih baik dengan didukung peralatan yang memadai tentunya ”, tutur Budiawan.



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author
16 January 18:00 WIB