<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://aceh.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://aceh.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Mon, 04 May 2026 17:25:56 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[Tim SAR Gabungan Evakuasi Empat Korban Kecelakaan di Gunung Paro]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-empat-korban-kecelakaan-di-gunung-paro</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Aceh Besar &mdash; Tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh bersama tim SAR gabungan mengevakuasi empat korban kecelakaan di kawasan Gunung Paro, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Rabu (8/10/2025) pagi. Dalam insiden tersebut, tiga orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, menyebutkan insiden terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, truk tangki bermuatan minyak sawit mentah (CPO) yang melaju dari arah Meulaboh menuju Banda Aceh diduga mengalami rem blong ketika melintas di tikungan dan turunan kawasan Gunung Paro. Akibatnya, truk CPO tersebut menabrak mobil Mitsubishi Trado bermuatan mesin traktor yang berada di depannya hingga keduanya terperosok ke jurang.<br><br><br><img title="IMG-20251015-WA0182.jpg" src="https://aceh.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/blobid1760520094975.jpg" alt="" width="1101" height="826"><br></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">&ldquo;Setelah menerima informasi kejadian pada pukul 05.50 WIB, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,&rdquo; ujar Al Hussain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 08.45 WIB. Adapun korban yang dievakuasi adalah Baihaqi (28), warga Desa Tiro, Kabupaten Pidie yang merupakan pengemudi truk trado, dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Sementara itu, Masuardi (36), warga Desa Tanjong Bungong, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, pengemudi truk tangki bermuatan minyak sawit mentah (CPO), berhasil dievakuasi dengan kondisi luka-luka.</span><br><br><span style="font-size: 12pt;">Dua penumpang truk trado lainnya, yakni Abdullah Nurdin (50), warga Meunasah Panah, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, serta Martuni (18), warga Desa Peunandok, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, juga dievakuasi dalam keadaan luka-luka.&nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">&ldquo;Seluruh korban telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut,&rdquo; tutup Al Hussain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan dari empat korban yang dievakuasi tersebut, satu orang di antaranya meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.</span></p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12465</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 17:25:45 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tingkatkan Kewaspadaan Dini dari Dampak Bencana, Basarnas Banda Aceh Gelar Workshop Pemberdayaan Masyarakat Pencarian dan Pertolongan.]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/tingkatkan-kewaspadaan-dini-dari-dampak-bencana-basarnas-banda-aceh-gelar-workshop-pemberdayaan-masyarakat-pencarian-dan-pertolongan</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Workshop Pemberdayaan Masyarakat Pencarian dan Pertolongan (SAR) dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Basarnas dengan Komisi V DPR RI, dan dilaksanakan di Aula Kantor SAR Banda Aceh, Senin, 28 Juli 2025.<br><br>Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas potensi SAR di kalangan masyarakat serta memperkuat koordinasi antara Basarnas dan unsur pendukung lainnya dalam menghadapi kondisi kedaruratan.<br><br>Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, S.Si., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana.<br><br>&ldquo;Dalam banyak situasi, detik-detik pertama penyelamatan justru berada di tangan orang-orang terdekat. Oleh karena itu, potensi SAR masyarakat harus diperkuat melalui pelatihan dan edukasi seperti ini,&rdquo; ujar Ibnu Harris.<br><br>Sebanyak 160 peserta yang berasal dari Aceh Besar dan Banda Aceh ini terdiri dari perwakilan desa, relawan, mahasiswa, dan unsur organisasi kemasyarakatan. Para peserta mendapat materi seputar keterampilan dasar pencarian dan pertolongan, pertolongan pertama gawat darurat (Medical First Responder/MFR), penggunaan alat SAR sederhana, serta prosedur evakuasi awal korban.<br><br>Tamu undangan yang hadir berasal dari berbagai instansi terkait, antara lain Perwakilan Komisi V DPR RI, Komisi V DPRA, BPBD Kota Banda Aceh, BPBD Aceh Besar, Dinas Sosial Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar serta Perwakilan Ketua Satgas SAR Aceh.<br><br>Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi objek penyelamatan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya tanggap darurat di lingkungannya masing-masing.<br><br>&ldquo;Ketangguhan dalam menghadapi bencana dimulai dari komunitas. Kesiapsiagaan adalah hasil dari pelatihan, kolaborasi, dan komitmen bersama,&rdquo; tutup Kepala Kantor SAR Banda Aceh.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12459</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 06:47:55 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tiga Hari Pencarian, Mahasiswa Asal Medan Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Lhoknga]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/tiga-hari-pencarian-mahasiswa-asal-medan-ditemukan-meninggal-dunia-di-pantai-lhoknga</link>
                <description><![CDATA[<p>Muhammad Iqbal (19), mahasiswa asal Medan, ditemukan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada pukul 16.30 WIB, Kamis (4/7/2025), setelah pencarian intensif selama tiga hari. Korban ditemukan terapung sejauh 2 NM dari lokasi kejadian.<br><br>Sebelumnya, korban bersama temannya terseret arus saat mandi di Pantai Lhoknga pada Selasa (1/7/2025). Temannya berhasil diselamatkan oleh peselancar di sekitar lokasi, sedangkan Muhammad Iqbal hilang terbawa arus.<br><br>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, menyebutkan bahwa korban ditemukan setelah upaya pencarian yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB.<br><br>Basarnas Banda Aceh bersama tim SAR gabungan mengerahkan dua tim, di mana Tim 1 melakukan penyisiran laut menggunakan perahu karet dengan pola paralel sejauh 2,5 NM dari lokasi kejadian, sementara Tim 2 melakukan penyisiran darat sejauh 2 km serta pemantauan dengan drone thermal.<br><br>&ldquo;Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama tim SAR gabungan, baik melalui penyisiran laut maupun darat, termasuk memanfaatkan teknologi drone,&rdquo; ungkap Al Hussain.<br><br>&ldquo;Korban kini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh untuk proses selanjutnya,&rdquo; tutup Al Hussain.<br><br>Selain Basarnas Banda Aceh, upaya pencarian ini turut melibatkan unsur SAR dari Pos TNI AL Lhoknga, Koramil Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, BPBD Aceh Besar, RAPI, serta masyarakat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12453</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 16:21:07 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Tim INASAR Bertolak ke Lokasi Gempa Myanmar]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/tim-inasar-bertolak-ke-lokasi-gempa-myanmar</link>
                <description><![CDATA[<p>Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Laksda TNI R. Eko Suyatno mendampingi Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melepas 73 personel Indonesia Search and Rescue (INASAR) menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa (1/4/2025).<br><br>Kepala BNPB dalam sambutan pelepasan tim INASAR menyampaikan bahwa gempa yang terjadi di Myanmar 28 Maret 2025 lalu memakan banyak korban jiwa, perhari ini sudah lebih dari 2600 korban yang meninggal dunia namun yang perlu diselamatkan juga masih banyak.<br><br>&ldquo;Untuk kondisi tempat penugasan kali ini tidak seperti negara kita atau tidak seperti penugasan Basarnas 2023 lalu ketika gempa Turkiye dan Suriah. Mungkin situasi disana lebih sulit karena diinformasikan komunikasi belum berjalan bagus, beberapa daerah listrik masih padam. Tentunya yang mendukung tim INASAR disana sangat terbatas,&rdquo; ujarnya.<br><br>Kepala BNPB juga yakin personel Indonesia dapat melaksanakan tugas dengan optimal, berbekal dari pengalaman di Turkiye meskipun sudah lewat dari golden time namun tim INASAR masih bisa mengevakuasi kurang lebih 15 jenazah dan itu bisa menjadi modal untuk bertugas di Myanmar.<br><br>&ldquo;Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan personel diantaranya Singapura, Malaysia, Philipina, Korea Selatan, dan China. Semua kekuatan negara hampir sama dan mereka bekerja bersama-sama tidak menonjolkan batas-batas negara,&rdquo; sambungnya.<br><br>Bantuan yang dikirimkan Indonesia mencakup tim penyelamatan, tenaga medis, serta logistik yang dikirimkan menggunakan dua pesawat&nbsp;Hercules&nbsp;dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12444</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 16:55:04 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Audit Kinerja dan Pendampingan Tata Kelola oleh Inspektorat di Kantor SAR Banda Aceh.]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/audit-kinerja-dan-pendampingan-tata-kelola-oleh-inspektorat-di-kantor-sar-banda-aceh</link>
                <description><![CDATA[<p>Banda Aceh, 23 April 2025 &ndash; Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh menerima kunjungan Tim Inspektorat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam rangka melaksanakan audit kinerja kantor sekaligus memberikan pendampingan dalam penguatan tata kelola dan administrasi, khususnya penataan (folderisasi) dokumen.<br><br>Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 April 2025.<br><br>Tim audit dipimpin langsung oleh Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Brigjen TNI I Nyoman Parwata, S.E., M.Tr. (Han)., QGIA.<br><br>Dalam pelaksanaannya, audit difokuskan pada bidang umum, operasi dan kesiapsiagaan, serta sumber daya. Selain pemeriksaan, tim juga memberikan asistensi terkait penyusunan checklist dan folderisasi dokumen guna mendukung optimalisasi kinerja unit pelaksana teknis di daerah.<br><br>Adapun tim audit berjumlah tiga orang, yakni Doni Resmiyadi, S.Kom., M.A. selaku Pengendali Teknis, Adityo Dwi Nugroho, S.E., M.A. selaku Ketua Tim, dan Urip Widodo, A.Md. selaku Anggota Tim.<br><br>Selain melaksanakan pemeriksaan, Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan juga memberikan pengarahan langsung kepada seluruh pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh.<br><br>Pengarahan tersebut menjadi momen strategis untuk memperkuat pemahaman terhadap tugas dan fungsi, menegaskan pentingnya akuntabilitas serta tertib administrasi, sekaligus mendorong sinergi dan kedisiplinan dalam mendukung penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan secara optimal.<br><br>Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan dapat dilakukan secara ekonomis, efisien, dan efektif.<br><br>Selain itu, seluruh proses diharapkan terdokumentasi dengan baik, lengkap, akurat, mudah dimonitoring, serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara optimal.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12437</guid>
                <pubDate>Mon, 06 Apr 2026 02:12:58 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Kembali Terjadi di Lokasi yang Sama, Dua Remaja Terseret Arus di Pantai Lhoknga, Satu Masih Dalam Pencarian]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/kembali-terjadi-di-lokasi-yang-sama-dua-remaja-terseret-arus-di-pantai-lhoknga-satu-masih-dalam-pencarian</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Peristiwa pengunjung terseret arus kembali terjadi di Pantai Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Setelah sebelumnya dua anak dilaporkan meninggal dunia di lokasi yang sama, kini dua remaja kembali terseret arus saat mandi pada Selasa (1/7/2025) sore. Salah satu korban, Muhammad Iqbal (19), masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.<br><br>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, ketika Muhammad Iqbal (19), mahasiswa asal Lor Buntu Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, bersama temannya, Shella, mandi di tepi pantai.<br><br>Sebelum insiden, korban sempat diingatkan oleh temannya agar tidak mandi terlalu jauh. Namun, nahas, keduanya tergulung ombak. Shella berhasil diselamatkan oleh peselancar yang sedang surfing di sekitar lokasi, sedangkan Muhammad Iqbal hilang terseret ombak dan hingga saat ini masih dalam pencarian.<br><br>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, membenarkan adanya laporan orang hilang akibat terseret arus di Pantai Lhoknga. &ldquo;Kami menerima informasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung mengerahkan tim untuk melakukan pencarian,&rdquo; ujar Al Hussain.<br><br>Tim rescue Basarnas Banda Aceh melakukan penyisiran area pantai sejauh 1 km, serta melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal. &ldquo;Basarnas bersama tim SAR gabungan akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban, dengan mengerahkan seluruh potensi SAR termasuk pemantauan menggunakan drone thermal,&rdquo; tambah Al Hussain.<br><br>Upaya pencarian ini dilakukan hingga pukul 22.00 WIB, namun belum membuahkan hasil. Operasi SAR akan dilanjutkan esok pagi pukul 08.00 WIB.<br><br>Selain Basarnas Banda Aceh, pencarian ini turut melibatkan unsur SAR dari Pos TNI AL Lhoknga, Koramil Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, RAPI, serta masyarakat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12430</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 00:12:33 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Terpeleset ke Saluran Irigasi, Anak Usia 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/terpeleset-ke-saluran-irigasi-anak-usia-10-tahun-ditemukan-meninggal-dunia-oleh-tim-sar-gabungan</link>
                <description><![CDATA[<p>Bireuen (12/6) &ndash; Maulidin (10), seorang anak asal Desa Pante Baroe, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang akibat terpeleset ke dalam saluran irigasi pada Kamis sore.<br><br>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, melalui Koordinator Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan (Korpos) Bireuen, M. Rizal, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban sedang bermain bersama temannya di sekitar aliran irigasi, sekitar pukul 18.40 WIB.<br><br>&ldquo;Diduga, Maulidin terpeleset dan jatuh ke dalam saluran irigasi di Desa Leubok Jok, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,&rdquo; ungkap Rizal.<br><br>Laporan kejadian diterima oleh Unit Siaga SAR Bireuen dari salah satu warga sekitar pukul 19.20 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.<br><br>Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan membagi personel ke dalam dua tim. &ldquo;Tim pertama melakukan pencarian menggunakan perahu karet (LCR), sementara tim kedua menyusuri aliran irigasi di sekitar lokasi kejadian,&rdquo; jelas Rizal.<br><br>Sekitar pukul 21.00 WIB, Maulidin ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di bawah tumpukan kayu, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.<br><br>&ldquo;Upaya pencarian ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan, baik dari Unit Siaga SAR Bireuen, Polsek Juli, Koramil Juli, BPBD Bireuen, Satgas SAR Bireuen, hingga masyarakat setempat yang turut membantu di lokasi,&rdquo; tutup Rizal.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12423</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 00:01:50 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Lepas Kendali dan Tabrak Pembatas, Dua Pemotor Jatuh ke Jurang di Sabang.]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/lepas-kendali-dan-tabrak-pembatas-dua-pemotor-jatuh-ke-jurang-di-sabang</link>
                <description><![CDATA[<p>Satu unit sepeda motor jenis Honda Astrea Grand yang ditumpangi tiga orang penumpang lepas kendali di kawasan turunan Desa Batee Shoek, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Rabu sore, 11 Juni 2025.<br><br>Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Korpos) Sabang, Adrian menyebutkan, motor tersebut datang dari arah Iboih dengan kondisi berboncengan tiga.<br><br>&ldquo;Sekitar pukul 15.35 WIB, sepeda motor tersebut diduga hilang kendali dan menabrak pembatas jalan. Akibatnya, Ahmad Farhani (24) warga asal Nisam Aceh Utara dan Azam (21) warga asal Duri, Riau, terpental ke jurang, sementara Aris (23) warga Paya Bakong, Aceh Utara beserta sepeda motor tetap berada di badan jalan,&rdquo; ungkapnya.<br><br>Setelah mendapatkan permintaan evakuasi dari BPBD Kota Sabang, tim rescue Pos SAR Sabang bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.<br><br>Sekitar pukul 16.45 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSU Kota Sabang.<br><br>&ldquo;Ketiganya kini dalam kondisi stabil setelah mendapatkan penanganan medis. Proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi seluruh unsur SAR yang terlibat, mulai dari BPBD Kota Sabang, Polres, Koramil, hingga masyarakat setempat yang turut membantu di lokasi,&rdquo; tutup Adrian.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12416</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 16:55:09 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Cedera di Tengah Pelayaran, Basarnas Aceh Evakuasi Kru Kapal Tanker Asal Filipina di Selat Benggala Aceh.]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/cedera-di-tengah-pelayaran-basarnas-aceh-evakuasi-kru-kapal-tanker-asal-filipina-di-selat-benggala-aceh</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banda Aceh (31/5) &ndash; Seorang Anak Buah Kapal (ABK) tanker asal Filipina berhasil dievakuasi oleh tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh setelah mengalami kecelakaan kerja di atas kapal. Proses evakuasi berlangsung di Perairan Selat Benggala, Provinsi Aceh, pada Sabtu malam.<br><br>Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyampaikan bahwa Trimuya Erdaggo Jr. (L/43Th), warga negara Filipina ini mengalami cedera pada tangan saat kapal dalam pelayaran dari Tanjung Uban menuju Fujairah Point, Uni Emirat Arab. &ldquo;Kita sudah berhasil melakukan Medical Evacuation terhadap satu orang kru kapal tanker MT. Chemstran Baltic berbendera Marshall Island,&rdquo; ungkapnya.<br><br>Menurutnya, Informasi mengenai kondisi korban diterima oleh Kantor SAR Banda Aceh dari agen kapal pada Sabtu, 31 Mei 2025 pukul 16.30 WIB, yang kemudian meminta bantuan evakuasi medis (medevac).<br><br>Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Basarnas Aceh bersama SAR gabungan berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue menggunakan KN SAR Kresna 232 menuju titik jemput yang telah ditentukan.<br><br>Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 18.50 WIB dan kembali ke Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 19.20 WIB.<br><br>&ldquo;korban berhasil kita evakuasi ke atas KN SAR Kresna 232 dalam kondisi stabil dan telah kita serahkan kepada pihak Karantina. Selanjutnya, korban akan dibawa ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk penanganan medis lebih lanjut,&rdquo; tutupnya.<br><br>Evakuasi medis ini turut melibatkan unsur SAR gabungan, diantaranya Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, KSOP, Polres, SROP Ulee Lheue, RAPI, dan Agen Kapal.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12409</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 15:09:52 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Terpeleset di Tebing Ujung Pancu, Pemancing Dievakuasi Tim Rescue Basarnas Aceh]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/terpeleset-di-tebing-ujung-pancu-pemancing-dievakuasi-tim-rescue-basarnas-aceh</link>
                <description><![CDATA[<p>Banda Aceh (28/5) &ndash; Muhammad Iqbal (L/18Th), warga Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, berhasil dievakuasi oleh tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh setelah mengalami kecelakaan saat memancing. Ia terpeleset saat mencoba menaiki karang di pinggir tebing kawasan Ujung Pancu, Kabupaten Aceh Besar.<br><br>Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, melalui Dantim Rescue, Maimun, menjelaskan bahwa saat dievakuasi korban mengalami cedera pada kedua telapak kaki akibat insiden tersebut.<br><br>Ia menambahkan, berdasarkan informasi, insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Selanjutnya, teman korban segera melaporkan kondisi tersebut kepada Basarnas Banda Aceh.<br><br>&ldquo;Proses evakuasi dilakukan menggunakan sea rider. korban dalam kondisi luka di bagian kaki sehingga membutuhkan tandu untuk mengevakuasi dari pinggir tebing ke sea rider,&rdquo; ungkapnya.<br><br>Setelah dievakuasi, korban segera dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk selanjutnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12402</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 06:45:36 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Meninggal dalam Pelayaran, Basarnas Aceh Evakuasi Jenazah Kru Kapal Asal Yunani di Perairan Selat Benggala]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/meninggal-dalam-pelayaran-basarnas-aceh-evakuasi-jenazah-kru-kapal-asal-yunani-di-perairan-selat-benggala</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Anak Buah Kapal (ABK) MV Alpha Wisdom asal Yunani yang meninggal dunia saat sedang berlayar dari Batangas, Filipina menuju Port Elizabeth, Afrika.<br><br>Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyebutkan bahwa proses evakuasi terhadap Fotsis Spyridon (L/49th), berkebangsaan Yunani ini berlangsung di Perairan Selat Benggala Aceh, Sabtu, 24 Mei 2025. &ldquo;Berdasarkan informasi yang kami terima, kru kapal tersebut telah meninggal dunia pada Rabu (21/5), sekitar pukul 13.00 waktu setempat, dalam pelayaran dari Batangas menuju Port Elizabeth,&rdquo; ungkapnya.<br><br>Ia menambahkan, permintaan bantuan evakuasi diterima oleh Basarnas Banda Aceh melalui agen kapal pada Sabtu pagi, 24 Mei 2025, sekitar pukul 07.30 WIB. &ldquo;Tim SAR gabungan melakukan penjemputan menggunakan KN. SAR Kresna 232 dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba di titik evakuasi yang telah ditentukan&rdquo;, tambah Al Hussain.<br><br>Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 10.35 WIB. Jenazah berhasil dievakuasi ke atas KN SAR Kresna 232 dan dibawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue, setelah tim dari Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh melakukan pemeriksaan dan menyatakan korban bebas dari penyakit menular maupun berbahaya.<br><br>&ldquo;Setibanya di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 11.15 WIB, jenazah langsung diserahkan kepada instansi terkait untuk dibawa ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dan menjalani proses penanganan lebih lanjut,&rdquo; tutup Al Hussain.<br><br>Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi ini meliputi Pos TNI AL Lampulo, Polsek Ulee Lheue, KSOP, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh, Polairud, Imigrasi, SROP Ulee Lheue, serta pihak agen kapal.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12395</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 11:06:22 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hanyut Sejauh 16 Mil Laut, Nelayan Sabang Berhasil Dievakuasi]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/hanyut-sejauh-16-mil-laut-nelayan-sabang-berhasil-dievakuasi</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><br>Sabang, 2 Mei 2025 &ndash; Tim SAR gabungan berhasil menemukan nelayan asal Kuta Ateuh, Kota Sabang, Budi Saputra (33), setelah sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut dan hanyut sejauh 16 mil laut dari bibir pantai Sabang.<br><br>Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu (1/5) sekitar pukul 18.02 WIB, usai pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR gabungan di perairan barat laut Sabang.<br><br>Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan (Korpos) Sabang, Adrian, menjelaskan bahwa saat kejadian, korban sedang mencari ikan bersama keponakannya, Farhan (18). Sekitar pukul 11.00 WIB, perahu yang mereka gunakan mengalami mati mesin. &ldquo;Keduanya diduga mengalami kendala saat melaut hingga terbawa arus menjauh dari pantai,&rdquo; ujar Adrian.<br><br>Laporan kejadian tersebut diterima oleh Pos SAR Sabang pada Rabu (1/5) sekitar pukul 15.30 WIB, dari Panglima Laot Sabang. Setelah menerima informasi tersebut, tim segera dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan.<br><br>Menurut Adrian, proses evakuasi sempat mengalami kendala pada bagian boat. Namun, upaya tersebut terbantu oleh sejumlah nelayan setempat yang turut membantu menarik perahu hingga korban berhasil dibawa ke lokasi aman. Selanjutnya kedua korban langsung dievakuasi menuju Dermaga Merah Putih.<br><br>Adrian menambahkan, keberhasilan evakuasi ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara nelayan lokal, tim SAR, TNI AL, dan Polairud yang turut membantu proses pencarian hingga evakuasi.<br><br>Setelah proses evakuasi selesai, kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Kuta Ateuh dalam keadaan selamat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12388</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 17:25:56 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Penyerahan SK CPNS & PPPK Basarnas Banda Aceh]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/penyerahan-sk-cpns-pppk-basarnas-banda-aceh</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebanyak 21 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 6 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS dan PPPK Tahun Anggaran 2024.<br>⠀<br>Penyerahan SK dilaksanakan dalam apel rutin Senin pagi di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Senin (16/6).<br><br>Dalam arahannya, Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyampaikan bahwa penyerahan SK ini menjadi langkah awal bagi para CPNS dan PPPK untuk berkarya dan mengabdi bersama keluarga besar Basarnas.<br><br>Beliau juga mengucapkan selamat kepada para CPNS yang akan mengisi formasi Pranata Pencarian dan Pertolongan (Rescuer), Pranata Perawat Ahli Pertama, serta kepada PPPK yang akan mengisi formasi Anak Buah Kapal (ABK).<br><br>&ldquo;Dari ribuan pelamar yang ikut seleksi, kalian lah orang-orang yang terpilih. Bukan hal yang mudah, tapi kalian mampu. Jadi kalian semua harus menganggap ini sebagai sesuatu yang istimewa.<br>Begitu juga dengan para PPPK yang sebelumnya telah mengabdi lama di kantor sebagai tenaga kontrak. Akhirnya dedikasi kalian terbayarkan dengan penerimaan SK ini,&rdquo; ujarnya.<br><br>Selamat bergabung, selamat bertugas.<br>Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan semangat kemanusiaan.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12381</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 16:45:57 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hari Kedua Operasi SAR, Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Dua Anak Terseret Arus di Pantai Lhoknga]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/hari-kedua-operasi-sar-tim-gabungan-perluas-area-pencarian-dua-anak-terseret-arus-di-pantai-lhoknga</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Memasuki hari kedua operasi pencarian, tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran terhadap dua orang anak asal Meulaboh yang terseret arus di Pantai Lhoknga, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.<br><br>Kedua korban diketahui merupakan kakak beradik bernama M. Ozi Mahardika (8) dan M. Amar Fauzan (7), warga asal Meulaboh.<br><br>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, menyebutkan bahwa kedua korban terseret arus saat sedang mandi bersama keluarganya pada Sabtu, 28 Juni 2025.<br><br>&ldquo;Saat kejadian, sekitar pukul 17.00 WIB, kedua korban sedang mandi bersama orang tuanya di pinggir pantai. Namun, nahas, kedua anak tersebut terseret arus,&rdquo; ungkapnya.<br><br>Upaya pencarian sempat dilakukan oleh orang tua korban dan masyarakat sekitar. Hingga pada pukul 17.30 WIB, masyarakat kemudian melaporkan kejadian ini ke Basarnas Banda Aceh.<br><br>Hingga hari ini, Minggu (29/6/2025), tim SAR gabungan mengerahkan dua tim untuk memaksimalkan upaya pencarian.<br><br>&ldquo;Selain melakukan pencarian di air menggunakan satu unit perahu karet milik Basarnas, kita juga mengerahkan tim di darat untuk melakukan penyisiran di sepanjang pinggir pantai, serta melakukan pemantauan menggunakan drone,&rdquo; ungkap Al Hussain.<br><br>Hingga pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian, namun kedua korban belum berhasil ditemukan.<br>&ldquo;Tim SAR gabungan akan terus berupaya melakukan pencarian. Semoga besok korban segera ditemukan,&rdquo; ucap Al Hussain.<br><br>Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi Basarnas Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Koramil Lhoknga, Polsek Lhoknga, BPBD Aceh Besar, Satgas SAR Banda Aceh, RAPI, serta masyarakat setempat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12374</guid>
                <pubDate>Mon, 04 May 2026 11:29:52 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Hari Ketiga Operasi SAR, Dua Korban Terseret Arus Pantai Lhoknga Ditemukan Meninggal Dunia.]]></title>
                <link>https://aceh.basarnas.go.id/berita/hari-ketiga-operasi-sar-dua-korban-terseret-arus-pantai-lhoknga-ditemukan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dua anak asal Meulaboh, korban terseret arus di Pantai Lhoknga, ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Senin, 30 Juni 2025.<br><br>M. Amar Fauzan ditemukan pertama kali oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, terdampar di kawasan Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga.<br><br>Sedangkan korban kedua, M. Ozi Mahardika, ditemukan pada pukul 09.15 WIB saat proses pencarian menggunakan perahu karet.<br><br>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, menyebutkan bahwa M. Ozi Mahardika ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terapung sekitar &plusmn; 1,2 km (6,5 NM) dari lokasi awal kejadian.<br>&ldquo;Saat ini seluruh korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga,&rdquo; ungkap Al Hussain.<br><br>Menurut Al Hussain, tim sempat mengalami sejumlah kendala selama proses pencarian. Kondisi cuaca dan medan, termasuk gelombang serta angin kencang, menjadi salah satu tantangan di lapangan. Hal tersebut menyebabkan posisi korban berpindah dari lokasi awal kejadian hingga ke titik ditemukannya.<br><br>Al Hussain mengimbau pengelola pantai agar memasang rambu atau tanda peringatan bahaya, serta menyiapkan tim penyelamat di sekitar kawasan pantai. Hal ini mengingat seringnya terjadi musibah wisatawan terseret arus dan tenggelam.<br><br>Selain itu, para pengunjung maupun wisatawan juga diharapkan lebih berhati-hati serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak atau keluarga yang bermain di sekitar pantai.<br><br>Al Hussain juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[NP.Meditarian <nadia.putri@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://aceh.basarnas.go.id/12367</guid>
                <pubDate>Sun, 03 May 2026 23:06:57 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
