ACEH – Gunung Seulawah Agam atau mempunyai...

ACEH – Gunung Seulawah Agam atau mempunyai nama lain yaitu Seulawah Agam, Seulawain Agam, Solowa Agam, Solawaik Agam, Selawadjanten, dan Goldberg terletak di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dengan posisi geografis pada 50°25,5’ Lintang Utara dan 95°36” Bujur Timur. Kota terdekat dari gunung ini adalah Kota Banda Aceh dan Sigli. Gunung ini bertipe gunung api strato dengan ketinggian 1749 m dpl. Pos pengamatan berada di Desa Lambaro Tunong, Kecamatan Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar, Secara geografis berada pada 5°22’12,3” LU dan 95°37’46,5”. Pada ketinggian 137 m dpl. Kawasan Seulawah dengan suhu udara minimum 19-21 C dan maksimum 25-30 C dengan curah hujan yang berkisar 2.000 – 2.500 mm pertahun.  Puluhan Personil Kantor SAR Banda Aceh melakukan Pendakian Gunung Seulawah di Aceh Besar yang terdiri dari 2 gelombang. Pendakian ini turut diikuti oleh Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Budi Cahyadi, S.Sos. dengan Tim yang di Ketuai Oleh Kasubsi Operasi SAR, Ibnu Harris Al Hussain, S.Si. menyampaikan pendakian yang di rencanakan dua hari tersebut di mulai gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 21 s.d. 22 April 2014 dan gelombang kedua pada tanggal 28 s.d. 29 April 2014.   “Dalam pendakian singkat ini personil Kantor SAR Banda Aceh dan kawan-kawan dari anggota Mapala IAIN dan Unsyiah berniat tidak hanya mendaki kepuncak akan tetapi juga melakukan penyegaran, mengasah kemampuan dan orientasi medan apabila terjadi musibah/ bencana dikawasan tersebut dan tak lupa mengutip sampah disepanjang jalur pendakian,“ Ujar Ibnu Harris. Disamping itu para personil juga memasang marker atau rambu-rambu untuk memudahkan bilamana sewaktu-waktu ada para pendaki gunung yang tersesat. Sebanyak 20 Marker terpasang mulai dari kaki gunung hingga puncak.   Area hutan yang dilewati oleh Tim pada saat pendakian adalah Pinto Rimba atau gerbang hutan. Ini adalah gerbang untuk memasuki Seulawah Agam yang penuh dengan misteri. Di Pinto Rimba ada air yang mengalir langsung ke perkampungan.  Selanjutnya Pinto Angen adalah jendela Seulawah Agam. Dari sini dapat dinikmati pemandangan alam di tepi tebing curam dari ketinggian 1100 MDPL. Di tengah perjalanan menuju puncak setelah melewati Pinto Angen, terdapat  pohon-pohon berukuran raksasa berakar seperti tentakel gurita yang menjalar membuat bulu kuduk merinding, lokasi seram ini dinamai Beringin Tujoh. Konon katanya ada tujuh pohon beringin berukuran raksasa yang tumbuh di area tersebut, namun sekarang hanya tinggal beberapa batang saja, selebihnya wallahualam!. Masuk lebih jauh ke dalam hutan yang pohonnya berlumut tersebut dapat ditemukan sebuah batu besar berlumut ditumbuhi pohon-pohon menjulang tinggi membuat batu ini berbentuk seperti gajah lengkap dengan belalainya, ya, Batu Gajah namanya.   Mendaki sekitar 1 jam lagi dari Batu Gajah terdapat sebuah tempat yang sedikit lapang yang sudah dilengkapi dengan penampung air seadanya yang biasa dipakai untuk berkemah oleh para pendaki. Sekitar berjalan dan mendaki beberapa meter Tim tiba di puncak Seulawah Agam. Ditandai dengan sebuah tugu semen persegi panjang berdiri gagah di titik 1800 MDPL bertuliskan “P 17 puncak Seulawah” yang sudah agak pudar tergerus waktu, tugu ini sudah beberapa kali di perbaiki oleh para pecinta Alam.   Harapanya kegiatan ini bisa bermanfaat bagi personil Kantor SAR Banda Aceh dan kawan-kawan dari anggota Mapala IAIN serta Unsyiah dan juga para pelaku alam bebas serta masyarakat yang menjadikan gunung sebagai bagian dari pariwisata minat bakat.