Arante Faenielle Emerald, kru kapal pesiar dievakuasi menuju KN SAR Kresna 232
Banda Aceh (16/5) — Tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kru kapal pesiar MV. Mesin Schiff 6 berbendera Malta setelah mengalami sakit di tengah pelayaran. Proses evakuasi medis (Medevac) ini berlangsung di Perairan Selat Benggala pada Sabtu malam.
Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyebutkan korban bernama Arante Faenielle Emerald (38), warga negara Filipina, mengalami keluhan sakit pada bagian perut (abdominal) saat kapal pesiar MV Mein Schiff 6 berlayar dari Port Klang, Malaysia menuju Hambantota, Sri Lanka.
Informasi kondisi darurat tersebut pertama kali diterima oleh Basarnas Command Center (BCC) dari kapten kapal pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB dan selanjutnya diteruskan ke Basarnas Banda Aceh untuk segera ditindaklanjuti bersama unsur terkait.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pukul 20.30 WIB tim rescue Basarnas Banda Aceh bersama unsur SAR gabungan bergerak menuju titik temu menggunakan KN SAR Kresna 232 dari Pelabuhan Ulee Lheue.
Proses sandar dan medical evacuation berhasil dilakukan pada pukul 20.50 WIB. Sebelum dievakuasi, tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh terlebih dahulu melakukan pemeriksaan medis terhadap korban di atas kapal guna memastikan kondisi korban aman untuk dipindahkan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, korban kemudian dievakuasi ke KN SAR Kresna 232 pada pukul 21.05 WIB untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue,” ujar Al Hussain.
KN SAR Kresna 232 tiba kembali di Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 21.45 WIB. Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans BKK Kelas I Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Evakuasi medis ini melibatkan unsur SAR gabungan dari Basarnas Banda Aceh, BKK Kelas I Banda Aceh, KSOP, Polres, SROP Ulee Lheue, RAPI, serta agen kapal.