Sebanyak 58 siswa TKN 3 Lampulo Berkunjung ke Basarnas Banda Aceh
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh kembali menerima kunjungan dari TK Negeri 3 Lampulo pada Rabu, 16 April 2025.
Kunjungan kedua sejak tahun 2021 ini menjadi momen spesial karena pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi atas peningkatan kualitas layanan edukasi yang diberikan Basarnas Banda Aceh.
Menurut Nurlina, salah satu guru pendamping, kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik mengenai gejala alam seperti gempa bumi dan tsunami.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak bagaimana penanganan jika terjadi bencana. Dengan berkunjung dan melihat langsung ke Basarnas, kami berharap wawasan mereka semakin luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa biasanya anak-anak hanya mendapatkan materi dari guru atau menonton video edukatif. Melalui kunjungan seperti ini, mereka bisa melihat langsung dan membangun ketertarikan sejak dini.
“Mungkin saja, pengalaman ini dapat menumbuhkan cita-cita dan minat dalam diri mereka untuk kelak menjadi bagian dari Basarnas,” tambahnya.
Nurlina juga mengapresiasi peningkatan layanan edukasi yang diberikan Basarnas Banda Aceh dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami melihat ada peningkatan, terutama dalam cara penyampaian kepada anak-anak. Secara keseluruhan, pelayanannya sangat bagus,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti berbagai sesi edukatif yang dipandu oleh personel Basarnas.
Mereka diajak mencoba flying fox sebagai media untuk mengatasi rasa takut terhadap ketinggian. Selain itu, mereka dikenalkan dengan peralatan keselamatan di air, dan berkesempatan naik perahu karet lengkap dengan helm, pelampung, dan dayung—seolah-olah sedang mengarungi sungai.
Tak hanya itu, anak-anak juga diajak mengunjungi ruangan Aceh Command Center untuk melihat langsung bagaimana petugas komunikasi bekerja serta mengenal berbagai jenis alat komunikasi yang digunakan dalam operasi SAR.
Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusias. Tawa dan rasa ingin tahu para siswa menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dan keselamatan dapat dikemas secara menyenangkan dan inspiratif sejak usia dini.